Elyn Wulan Ibu Ibu Doyan Nulis

Ririn Tjahyaningsih
Ririn Tjahyaningsih 2 months ago
16 September 2017

Salaam kenal emak emak pintar

Ma Faza
Ma Faza 3 months ago

Asalamualaikum mohon pengarahan nya ya

Ayumel Ummu Rara

Bismillahirrahmanirrahim....

📓Catatan Cerita Ramadhan Keluarga📓

“Ummi, ini gimana caranya, Ummi maen ini yukk, Ummi tolongin ini, Ummi mau makan, Ummi lagi ngaji ya, Ummi mau sholat?, Ummi lagi baca?, Ummi lagi masak?, Aa ikutan donk, Dede ikutan donk, Ummi Dede mau mpup, tolong cebokin dede, Ummi Aa mau ini, Ummi dede mau itu, dan seterusnya, seterusnya, seterusnya...”

Begitulah ke-Riweuh-an saya bersama Duo RaRa setiap harinya di rumah, belum kalau keluar rumah, tentu saya harus membawa mereka di setiap langkah saya, kemanapun saya pergi. Kadang di perjalanan mereka berdua tidur di pangkuan saya, plus dengan barang bawaan saya.

Nah Ramadhan kali ini, kalau saya membayangkan ingin bisa khatam lebih dari satu kali, mungkin susah dengan segala kesibukan yang ada, dengan Duo yang MasyaAllah Hyperactive. Baru beberapa ayat sudah teriak ummi......ini itu......dll dll, belum mengejar waktu yang terasa cepat sekali berlalu.

Namun saya pernah membaca tepatnya tahun lalu entah di group mana, saya kurang ingat karna ikut beberapa group online. Bahwa seorang ibu dengan anak 5 atau 6 tapi bisa khatam berkali-berkali dalam seminggu.
Juga kisah-kisah ibu hebat lainnya, mengasuh banyak anak sambil bekerja (memberikan pelatihan-pelatihan kepada ibu-ibu lainnya), tetap istiqomah thalabul’ilmi, tapi ibadah wajib, sunnah, tilawah tetap lancar, MasyaAllah Tabarakallah....
Amazing ya jadi ibu itu luar biasa, dari kisah ibu-ibu hebat itulah saya belajar time management, bahwa sayapun bisa meneladani beliau-beliau. Maka saya bertekad 5-6 hari bisa khatam, tentu dengan memperhatikan bacaan, mempraktekkan ilmu-ilmu yang sudah saya dapatkan dan berharap tilawah dengan tartil.

Saya mencoba berbicara dengan diri saya seperti ini :

Wahai diriku.....
Apa yang tidak bisa kalau kita bersungguh-sungguh, kalau kita niat ikhlas karna Allah, ingin menggapai keberkahan Ramadhan!
Kita sama-sama diberikan waktu 24 jam, tinggal kita memilih untuk bermalas-malasan, atau mengisi tiap waktunya dengan ibadah!
Wahai diriku.....
Bukankah semakin sulit kita beribadah, tapi jikalau kita ikhlas menjalaninya dan yakin akan pertolongan Allah, akan semakin besar pahala yang di peroleh!
Wahai diriku.....
Ingatlah waktu tidak berjalan mundur, 1 detik berlalu akan menjadi kenangan, benahilah niatmu, perbaiki ibadahmu, berjuang mempersembahkan yang terbaik, nikamati prosesnya, ikhlas ikhlas ikhlaslah....
--------------------------------------------------------------------------

📝 Ramadhan Day 1, 2, 3, 4, 5, 6,7,8, dan 9 (di rangkum aja ya hehe)

Ramadhan ini saya start Sekitar jam 02.00 am sampai jam 10.00 pm penuh dgn kegiatan. Tentu setiap dari kita umat muslim ingin mengisi setiap waktu dengan catatan indah amal sholih, maka setiap dari aktivitas kita di niatkan untuk beribadah karna Allah Ta’ala sehingga dapat bernilai pahala.
Mulai dari malam ramadhan pertama atau tarawih pertama Duo RaRa di mesjid. Ya, tahun ini temanya adalah Duo RaRa khususnya Aa Rasyid (4y) #CintaMesjid.

Tahun lalu dengan berbagai kendala Aa Rasyid yang bersemangat ingin ikut ke mesjid harus meredam keinginannya itu, dan ikut sholat tarawih dirumah bersama saya.

Memang segala sesuatu perlu persiapan, tidak tiba-tiba anak diajak ikut ke mesjid, yang alhasil mereka menjadi bosan atau berlari-larian saja di mesjid. Jadi maksud dan tujuan kita mengenalkan mesjid tidak tercapai. Sebelum mengenalkan sholat tarawih, saya sudah mengenalkan sholat wajib 5 waktu. Bahkan mengajari praktik sholat nya, atau saat Abinya ada di rumah bisa ikut berjamaah di mesjid. Sounding terus-terusan tentang apa sihh sholat itu, tentu dgn bahasa yg mudah mereka mengerti. Tidak langsung mengajarkan syarat sah sholat, rukun-rukun, sunnah-sunnahnya, dll dll. Tapi mulai praktik wudhu, dan sering kali di ingatkan harus tenang ketika sholat. Lalu briefing dulu sebelum berangkat ke mesjid, saya biasanya mengatakan seperti ini, nak sayang nanti di mesjid harus ikut Abi sholat ya nak, disamping Abi, ikutin gerakan Abi, ga boleh keluar lari-lari nanti mengganggu orang lain, apalagi ikut maen petasan, bahaya ya nak, kan kalau ke mesjid itu buat sholat bukan buat maen ya nak. Itu kalau berangkat dengan Abinya, kalau Abinya sedang tidak di rumah, ya pasti dengan saya berangkatnya. Dan khusus untuk sholat tarawih karna waktunya lebih lama, tidak mungkin anak tiga atau empat tahun type kinestetik hyperactive seperti mereka mengikuti sampai akhir, jadi saya harus membawa amunisi hehe persiapan ketika mereka bosan. Biasanya saya membawa buku-buku cerita bergambar, cemilan-cemilan, susu, dan beberapa figure animals kesukaan Aa, serta beberapa permen karet yang di jadiin play dough (ide Aa nihh, kalau play dough habis permen karet pun bisa di bentuk sesuai imajinasinya hehe). Duduknya di pinggir deket tembok agar tidak mengganggu jama’ah yang lain, juga tidak mengganggu shaf.
Kemudian yang terakhir buat kesepakatan dengan anak sebelum berangkat ke mesjid tentang apa yang boleh di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan.

Kalau tentang kegiatan ramadhan lainnya, seperti sahur, shaum, berbuka, dzikir, tilawah, doa, membaca buku, alhamdulillah bisa praktik langsung, mereka melihat bahkan mengikuti apapun kegiatan kami sebagai ortunya, khususnya saya yang 24 jam bersama mereka. Misal shaum, Aa Rasyid ikut sahur juga ikut shaumnya setengah hari. Bagi saya itu sudah luar biasa, di umurnya yang masih 4 tahun. Ini menurut pemahaman saya, sebagian orang mengatakan mungkin anak masih kecil begitu sudah di ajak shaum, ga kasihan apa??? Mangga punya pendapat begitu juga tidak apa-apa. Kalau saya ingin mengajarkan islam sedini mungkin secara kaffah kepada anak-anak saya, tanpa memaksakan, semua sesuai kesanggupan mereka masing-masing. Saya memperkenalkan, mengajarkan, tapi memberikan pilihan kepada mereka diusia yang masih sangat kecil karna memang hukumnya belum wajib. Harapan saya adalah nanti pada saat umur mereka cukup untuk melaksanakan kewajiban beribadah (rukun islam), mereka tidak kaget lagi karna sudah terbiasa, sudah ada dasarnya. Saya teringat kalimat dari seseorang yang dimana saya mendapatkan banyak ilmu dari beliau, kurang lebih intinya yang saya tangkap seperti ini, kita tidak tahu sampai kapan batas umur kita, tidak tahu sampai kapan kita membersamai anak kita, sampai kapan kita bisa mengajar anak kita, maka dari itu kita harus ada persiapan, ajari segala kebaikan kepada anak kita selagi masih bersama mereka.

Oia, anak-anak tentunya tidak hanya belajar terus, ada selingan waktu bersantai dan bermain, karna memang lagi masanya banyak bermain. Saya mungkin disebut over protective kepada Duo RaRa, mainnya di rumah mulu, jarang keluar rumah seperti anak-anak lainnya yang berkeliaran kesana kemari hehe. Saya punya banyak pertimbangan untuk itu, yang sangat panjang di bahas disini, salah satunya faktor lingkungan. Di dalam rumah bukan berarti tidak bermain, kadang bermain pretend play, kadang saya story telling, bermacam-macam kreativitas, messy play, dll, dll, yang pastinya membuat saya berkali-kali membereskan rumah yang sangat berantakan.

Alhamdulillah So far so good sampai saat ini....
Semoga lancar berkah sampai akhir ramadhan, makin bertambah ilmu, makin tawadhu, makin meningkat iman dan taqwa kita Aamiin Allaahumma Aamiin.....

Dan semoga ada ibrohnya, manfaat jikalau ada sedikit ilmu saja.

#DiaryRamadhanDuoRara
#DiaryUmmuRaRa
#aktivitasramadhan