2017-11-09 09:08:03

"Mahasiswa ITB Berhasil Menciptakan Inkubator Untuk Evakuasi Bayi Saat Bencana"

Image

Mak, kalau terjadi musibah bencana alam, pastinya seluruh tenaga dikerahkan untuk menyelamatkan diri. Emak tidak lagi memikirkan harta benda, yang paling diutamakan adalah nyawa. Suasananya tentu sangat panik, semua orang ingin menyelamatkan nyawa orang-orang yang disayangi. Tak jarang saking paniknya, bantal guling yang berada di sisi Emak dikira anak sendiri. Langsung sambar dan kabur, padahal si anak sedang tertidur pulas.

Akhir-akhir ini memang banyak terjadi bencana alam, tidak hanya di Indonesia, melainkan hampir di seluruh belahan dunia lainnya. Banjir bandang, gempa bumi, longsor,kebakaran, dan lain sebaginya. Ketika peristiwa itu terjadi, yang paling sulit dalam hal penanggulangan korban bencana adalah ketika mengevakuasi bayi. Kelihatannya saja mudah karena ukuran tubuh mereka masih kecil, ya? Tetapi sebenarnya sulit jika berkaitan dengan kondisi suhu udara pada wilayah yang tertimpa bencana.

Bayi masih rentan terhadap kondisi cuaca maupun bakteri, perlu ada alat khusus yang bisa melindungi mereka. Karena itu, seorang dosen dari ITB memberikan tantangan kepada mahasiswanya untuk membuat perangkat yang bisa digunakan saat kondisi bencana. Dosen tersebut adalah Suprijanto, ahli Instrumentasi Medik dari ITB.

Tantangan itu diterima oleh 5 orang mahasiswanya. Mereka adalah Amanda Putri Chumairoh (Teknik Fisika 2014), Amin Yahya (Teknik Fisika 2014), Ismail Faruqi (Teknik Fisika 2014), Isra Ramadhani (Teknik Kimia 2014) dan Dzatia Muti (Desain Produk 2014). Kelima mahasiswa berprestasi tersebut berhasil membuat sebuah tabung inkubator berbentuk ransel (tas gendong).

Inkubator itu dilengkapi dengan filter udara yang memanfaatkan membran berpori berukuran 50 nanometer. Filter udara tersebut berguna untuk menyaring partikel berbahaya, termasuk juga bakteri yang dapat menimbulkan serangan penyakit pada bayi. Ransel inkubator itu juga dilengkapi dengan pemanas yang menggunakan parafin rantai karbon C30-C33. Tujuannya agar suhu inkubator tetap pada titik leleh 37 derajat celcius.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan dan pembuatannya adalah 1 tahun. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp8,5 juta, mereka peroleh dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti). Untuk satu unit inkubator menghabiskan dana Rp1,5 juta.

Hasil karya mereka ini memenangi penghargaan kategori Hasil Poster Terbaik untuk Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Karya Cipta (PKM-KC4) pada acara Pekan Nasional Ilmiah bulan Agustus lalu.

Jika harga satu unit inkubator konvesional sekitar Rp. 50 juta, maka karya mahasiswa ITB tersebut hanya 1/50-nya saja. Sayangnya, alat ini belum diproduksi secara massal, masih terganjal lisensi dan sertifikat. Dibutuhkan wewenang dari pihak terkait untuk mengeluarkan izin tersebut jika ingin memproduksinya. Semoga saja dipermudah semua urusan administrasinya sehingga cepat bisa diproduksi. Inkubator ini temuan bermanfaat dari anak bangsa. Sayang sekali jika disia-siakan, padahal benda itu dinilai sudah sangat dibutuhkan pada saat ini.

 

gambar diambil dari youtube.com

 

 

 

Sri Mulyani Sri Mulyani

Ibu rumah tangga yang berbahagia dengan menulis.- Memiliki dua anak yang manis. Romantis dan gampang meringis _

Search

Most View

other5 Tips Berani Nyetir Sendiri Untuk Para Emak

Banyak Emak-emak yang sudah lama punya SIM A, bahkan sudah pernah b [...]

2016-05-04 21:47:23 view : 614516

otherTips mengaktifkan kembali kartu indosat ooredoo yang telah hangus

Cara mengaktifkan (re-aktivasi) kartu M3 ooredoo yang telah [...]

2017-05-13 23:39:54 view : 48580

inspirationPernah Bangkrut Maka Kini Dinii Fitriyah Berbisnis Tanpa Hutang Hingga Punya 300 Agen

Pernah punya bisnis komputer yang sudah berbentuk CV, ada 3 toko, o [...]

2016-09-30 09:10:18 view : 17781

food5 Makanan Penetralisir Setelah Makan Daging

Ketika hari raya Idul Fitri ataupun Idul Adha sudah bisa dipastikan [...]

2016-09-13 22:17:06 view : 11576

Latest posts

parentingKenali Gejala Diabetes Pada AnakAnak Agar Mudah Menghindarinya

Mak, selama ini mungkin sering mendapatkan informasi penyakit diabe [...]

2017-11-16 23:56:06 view : 20

news Penderita Diabetes Sebaiknya Melakukan Hal Ini Agar Gula Darah Tetap Normal

Mak, saya mau berbagi pengalaman nih. Cerita tentang almarhumah ibu [...]

2017-11-14 17:47:54 view : 22

parentingBayi Enam Bulan Harus Makan Sendiri Menurut Emak

Secara natural, bayi memasukkan apa saja yang bisa ia genggam ke da [...]

2017-11-12 22:18:48 view : 30

newsOrang Dewasa yang Direkomendasikan Melakukan Imunisasi Influenza

Mak, selama ini orang menganggap bahwa imunisasi hanya diperuntukka [...]

2017-11-10 17:01:29 view : 26