2017-06-02 14:37:13

"Cara Menangani Anak MarahMarah atau Tantrum "

Image

Sering mendengar istilah tantrum Mak ? Apa itu tantrum ?
Tantrum atau temper tantrum adalah sebuah keadaan dimana kondisi emosi tidak stabil, yang akhirnya menimbulkan kemarahan yang tidak jelas alasannya. Di luar pembahasan tentang anak berkebutuhan khusus ( special needs ), temper tantrum ini biasanya terjadi pada usia anak 1-4 tahun, walaupun ada kemungkinan juga terjadi di atas usia tersebut.

Menangis, berteriak, menendang-nendang  dan berguling-guling di lantai menyertai emosi atau perilaku tantrum. Perilaku tersebut menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak pada anak. Namun perilaku tersebut biasanya tidak berlangsung lama, kemudian mereda. Penyebabmya masih sulit dipastikan, karena sulitnya juga menggali informasi akurat pada anak-anak usia dini ini,

Meskipun begitu para peneliti di Children’s Hospital of Philadephia mengemukakan beberapa faktor penyebab yang terjadi sebelum perilaku tantrum muncul.

•    Keinginan anak yang tidak terpenuhi
Ketika anak menginginkan sesuatu dan tidak dituruti oleh orang tuanya, biasanya anak akan merasa kecewa . Dan rasa kecewa itu diperburuk ketika orang tua tidak mampu membantu anak mengatasi kekecewaannya itu.

•    Ketidakmampuan anak mengungkapkan perasnyaaannya
Belum matangnya keterampilan berkomunikasi dan kemampuan berbahasa lisan pada anak usia balita, membuat anak mengalami hambatan dalam mengungkapkan keinginan dan menjelaskan perasaannya.

•    Pola Asuh yang memanjakan anak
Jika orang tua seringkali menuruti apapun keinginan anak, maka ketika suatu waktu keinginannya tidak terpenuhi anak menjadi lebih mudah marah. Hal ini menjadi lebih buruk ketika temper tantrum itu muncul, lalu orang tua tidak  tahan menghadapinya dan orang tua akhirnya memutuskan memenuhi keinginan anak. Temper tantrum yang seperti ini suatu hari bisa dijadikan alat oleh anak sebagai senjata ampuh jika ingin meminta sesuatu.

Temper tantrum tingkat awal bisa menjadi berbahaya jika tidak diatasi dengan cepat, karena bisa menjurus kepada perilaku menyakiti diri sendiri, misalnya membenturkan kepala ke dinding, memukul-mukul, dan seterusnya. Lalu bagaimana Emak bisa mengatasinya ?

1.    Tetap tenang dan tunjukan Emak tidak panik melihat perilakunya.
Bersikaplah tegas tanpa memukul atau pun berteriak padanya. Memukul, berteriak, atau bahkan  mengunci anak di dalam kamar, akan membuat situasi semakin buruk. Bukan tidak mungkin malah akan menimbulkan masalah baru.
     

2.    Jangan menyerah pada kemarahan anak. Jika di rumah, abaikan sejenak perilaku tersebut.
Teruskan kegiatan Emak, beri tenggang waktu beberapa menit sampai anak terlihat lebih tenang dan mereda. Jangan menyerah dengan langsung memberikan sesuatu yang kira-kira diinginkan atau menuruti keinginan anak. Jika Emak bersikap demikian, besar kemungkinan anak akan menggunakan dan mengulangi kemarahannya itu sebagai senjata untuk mendapatkan keinginannya di lain hari. Jika di tempat umum, Emak bisa langsung pada langkah no.5

3.    Cobalah menemukan alasan mengapa anak marah.
Menemukan penyebab kemarahan anak sangatlah penting agar masalah yang terjadi diselesaikan dengan solusi yang tepat. Selain itu, Emak juga lebih bisa mengantisipasi kejadian yang sama di waktu mendatang. Mungkin ternyata alasannya adalah karena anak lapar, lelah, bosan, dan sebagainya.

4.    Jauhkan benda-benda berbahaya di sekitar anak.
Gunting bekas ia berkarya, gelas kaca bekas minumnya, garpu bekas makannya, adalah contoh beberapa benda yang bisa berbahaya di saat anak marah. Alat elektronik seperti hand phone, tablet, atau pun alat listrik lainnya juga perlu dijauhkan dalam kondisi seperti ini.

5.    Peluk erat atau pegang dengan mantap tubuh atau tangan anak.
Ini membuatnya merasa lebih nyaman. Lalu katakan dengan lembut tetapi tegas padanya alasan mengapa anak harus mulai berhenti menangis atau marah. Misalnya : “ Berhentilah menangis, ibu tidak bisa mengerti keinginanmu kalau kamu terus menangis “ . Atau “ Berhentilah berteriak, dan katakan pada ibu apa yang kamu inginkan “

6.     Jika anak sudah terlihat tenang dan berusaha berbicara, alihkan sedikit perhatiannya pada sesuatu yang lain.
Beri pujian karena ia mau berhenti menangis, lalu buka komunikasi dengan anak tentang keinginannya. Setelah itu sampaikan pada anak bahwa perilakunya tersebut tidaklah baik.

Jika Emak sudah mencoba cara di atas namun perilaku tantrum anak masih sering terulang dan semakin menjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog sebagai tenaga yang lebih ahli ya Mak…

Ummi aleeya

Ummi Aleeya adalah nama pena dari Sri Kuswayati seorang Ibu dari 4 orang anak. Aktivitasnya saat ini adalah menjadi pengajar PTS di Bandun mengelola Daycare Bintang Cherria dan Owner dari Agensi Artikel JoeraganArtikel. Menulis dan mengajar adalah 2 passion yang menjadi nafas hidupnya. Ummi demikian ia biasa disapa bercita-cita memiliki banyak buku karya pribadi yang akan mengabadikan hidupnya dengan berbagi banyak hal. Untuk menghubungi Ummi bisa melalui akun Ummi Aleeya atau WA 087722149129

Search

Most View

other5 Tips Berani Nyetir Sendiri Untuk Para Emak

Banyak Emak-emak yang sudah lama punya SIM A, bahkan sudah pernah b [...]

2016-05-04 21:47:23 view : 612354

otherTips mengaktifkan kembali kartu indosat ooredoo yang telah hangus

Cara mengaktifkan (re-aktivasi) kartu M3 ooredoo yang telah [...]

2017-05-13 23:39:54 view : 20619

inspirationPernah Bangkrut Maka Kini Dinii Fitriyah Berbisnis Tanpa Hutang Hingga Punya 300 Agen

Pernah punya bisnis komputer yang sudah berbentuk CV, ada 3 toko, o [...]

2016-09-30 09:10:18 view : 17243

bisnisSyarat Pencabutan NPWP Istri

Oleh: Zeti Arina

[...]

2016-02-18 06:33:42 view : 9970

Latest posts

otherMenjadi Tua dan Sunyi

       Menyaksikan orang-orang sekita [...]

2017-09-18 13:08:22 view : 71

cerpenIBU DAN CEMBURU 2 AKHIRNYA HARUS PERGI

IBU DAN CEMBURU 2: AKHIRNYA HARUS PERGI

[...]

2017-09-16 12:08:07 view : 114

inspirationMenyapih dengan Cinta ala Ummu Uwais

 

Anak udah dua tahun lebih, tapi masih menyusui? Di [...]

2017-08-19 12:51:35 view : 184

motivasiBUDAYA EWUH PAKEWUH

Mak, ada yang masih ingat nggak dengan kata “ewuh pakewuh?&rd [...]

2017-07-24 15:04:03 view : 216